Ngarai basal merah sebelum subuh. Rumah dan teras dipahat turun ke tebing kiri, dan sebuah celah cahaya biru pucat membelah dinding batu di tengah.
Meron Tesfaye berdiri di depan celah dengan pahat baja di tangan kanan dan cahaya biru di ujung jarinya.

Yang dipahat ke dalam batukini naik setiap subuh

Glyphrise: The Eighth Layer Glyphrise The Eighth Layer

Ajukan First Descent

Kota yang tumbuh ke bawah

Ambaline dipahat turun ke dalam plato basal merah, satu lapis untuk setiap generasi, dan sejarahnya disimpan sebagai glyph di dinding rumah serta arsip. Glyphrise adalah RPG giliran tentang regu pahat yang turun ke lapis kedelapan setelah batu di sana terbuka ke langit lain.

Ambaline pukul 05.20: jurang bersegi di plato berumput, dindingnya dipahat menjadi rumah dan arsip berjendela hangat, dan seberkas cahaya glyph naik dari lubang di dasarnya.
Ambaline, pukul 05.20

Lubang di lapis kedelapan

Pahat menembus dinding dan menemukan rongga berisi langit kedua, gelap dan penuh glyph yang jatuh ke atas.

Selama ratusan tahun para pemahat Ambaline mencatat semuanya di dinding: siapa lahir, siapa menikah, sumur mana yang kering pada musim apa. Dinding di atas penuh, jadi setiap generasi memahat satu lapis lebih dalam. Di lapis kedelapan, pahat Meron Tesfaye masuk terlalu jauh, dan batu di depannya runtuh ke ruang kosong yang tidak berdasar.

Sekarang, tiap subuh menjelang pukul 05.20, glyph naik dari lubang itu sebagai Risen. Apa pun yang mereka sentuh ditulis ulang, termasuk catatan lama di arsip, yang berubah isi sebelum ada yang sempat membacanya.

Kota ini hanya tumbuh ke satu arah, jadi warga tidak punya tempat di atas untuk mengungsi, dan regu Meron memutuskan untuk turun.

Kepala regu pahat, 23 tahun

Meron Tesfaye

Meron memimpin regu yang memahat lapis kedelapan, dan pahatnya yang pertama menembus batu. Ia yakin lubang itu bisa ditutup kalau ada yang turun cukup dalam untuk membaca dari mana glyph itu datang.

Serangan Meron lambat dan berat. Karena itu Strike Window miliknya paling lebar di party, dan satu ketukan yang tepat waktu cukup untuk memecah pelindung basal seekor Risen. Ia juga satu-satunya yang bisa memakai Rewrite pada glyph musuh sejak awal permainan.

Membaca ia pelajari dari Hiwot, dan cara turun dari Dawit. Abebe Haile, tetua pemahat yang membesarkannya setelah regu lama hilang di lapis keenam, mengajarinya kapan harus berhenti memukul, dan pelajaran itulah yang paling sering ia lupakan.

Potret Meron: perempuan muda berkulit cokelat gelap dengan ikat kepala oker, tunik merah basal di atas kemeja linen putih tulang, memandang lurus ke depan.

Pertarungan di teras basal: Meron mengangkat pahat, Dawit dan Hiwot di belakangnya, dan seekor Risen melayang di seberang. Satu alur pahat bercahaya melintang di lantai di antara mereka.

Strike Window

Setiap serangan punya garis pahat. Tekan tombol tepat saat cahaya glyph melewati garis itu, dan pukulanmu masuk penuh; terlambat sedikit, dan batu hanya tergores.

Cahaya glyph menunggu di ujung alur.

Pertarungan berjalan bergiliran, tetapi waktu tetap penting di setiap giliran. Tiga gerakan memakai jendela yang sama.

Serang

Ketukan tepat di garis memberi damage penuh dan kadang memecah pelindung basal. Ketukan dini tetap mengenai sasaran, hanya lebih lemah.

Hindar

Saat giliran musuh, glyph serangannya juga berjalan di alur. Menghindar tepat waktu membuat tokohmu bergeser keluar jalur tanpa luka.

Tangkis

Jendela tangkis lebih sempit dari jendela hindar. Tangkisan yang berhasil memantulkan sebagian glyph ke penyerangnya.

Rewrite

Glyph tertutup: selama glyph ini utuh, musuh menahan semua serangan fisik.

Setiap Risen membawa satu glyph yang menentukan sifatnya. Dengan Rewrite, Meron memahat ulang beberapa garis glyph itu di tengah pertarungan, sehingga perisai bisa berubah menjadi celah atau perintah menyerang menjadi perintah diam.

Ada 340 glyph untuk dipelajari sepanjang permainan. Hiwot menyalin setiap glyph baru ke arsip party, dan glyph yang sudah dikenali bisa dipahat ulang lebih cepat.

Potongan tegak tebing Ambaline: delapan lapis ruang berpahat bertumpuk dari plato berumput ke bawah, hangat di atas dan makin gelap ke bawah, lalu rongga bercahaya glyph di dasar.

Delapan lapis

Setiap lapis adalah satu bab. Cerita utama berjalan sekitar 55 jam, dan kamu turun lapis demi lapis dengan tali Dawit sampai lantai yang terbuka ke langit kedua.

    Juru tali

    Dawit Mekonnen

    Dawit mengikat tali dari lapis pertama sampai bibir lubang, dan belum ada orang Ambaline yang turun lebih dalam darinya.

    Di party ia berdiri paling depan. Tali yang ia lempar menahan Risen di tempat, sehingga glyph serangan musuh berjalan lebih lambat di alur dan jendela hindar teman-temannya melebar.

    Ia jarang bicara soal apa yang ia lihat di bawah lapis ketujuh. Kalau ditanya, ia hanya bilang tali di sana terasa lebih ringan, seolah ada yang menariknya dari bawah.

    Dawit Mekonnen, laki-laki jangkung berompi biru tua dengan gulungan tali pucat di dada, memegang satu lingkar tali.
    Seekor Risen: sosok tinggi melayang dari lempeng basal merah yang disatukan garis glyph biru bercahaya, tanpa wajah, bagian bawahnya larut menjadi percik cahaya.
    Yang naik dari lubang

    Risen

    Risen menyerang dengan sentuhan yang mengubah arti. Pintu yang mereka sentuh menjadi dinding, dan nama yang mereka sentuh menjadi milik orang lain.

    Setiap Risen adalah satu glyph yang terlepas dari langit kedua. Yang kecil hanya mengubah satu kata di dinding. Yang besar, seperti yang muncul di arsip lapis keempat, bisa menghapus satu keluarga dari catatan kota dalam satu subuh.

    Untuk mengalahkan Risen, pecahkan dulu pelindung basalnya lewat Strike Window, lalu pahat ulang glyph di dadanya dengan Rewrite sebelum ia sempat naik lagi.

    Pengarsip

    Hiwot Alemu

    Hiwot hafal setiap glyph di arsip Ambaline dengan ujung jarinya, dan ia membaca dalam gelap dengan meraba alur pahatan.

    Ia orang pertama yang sadar bahwa glyph yang naik dari lubang adalah tulisan Ambaline sendiri, hanya dibalik. Penemuan itu belum ia ceritakan kepada siapa pun selain Meron.

    Dalam pertarungan, Hiwot membaca glyph musuh sebelum giliran pertama dan memperlihatkan di mana garis pahatnya, sehingga Rewrite bisa dipakai lebih awal.

    Hiwot Alemu, perempuan berkacamata bulat dengan mantel linen putih tulang berpinggir oker, memegang lempeng basal bercahaya dan merabanya dengan jari.
    Playtest tertutup, 2027

    First Descent

    First Descent adalah playtest tertutup untuk PS5, Xbox Series X|S, dan PC yang dibuka bertahap pada 2027. Isi alamat surel dan pilih platformmu, dan kami akan menulis kepadamu bila ada tempat.

    Platform
    Pandangan lurus ke bawah ke lubang bundar berpahat, satu tali pucat menggantung ke tengah yang gelap dan bertabur cahaya glyph.

    Trailer: Lubang di bawah arsip

    Video diputar lewat YouTube mode privasi. Buka di YouTube